Kamis, 15 November 2018

SBY: Dua Kali Capres, Saya Tak Pernah Paksa Ketum Lain Kampanye

Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY berbicara soal janji kampanye yang disinggung Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. SBY kemudian mengungkit soal dirinya yang tak pernah memaksa ketum partai lain untuk mengkampanyekan dirinya pada Pilpres 2009 dan 2014 lalu.

"Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya *SBY*," cuit SBY melalui akun Twitter resminya.


SBY meminta masing-masing pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar. Dia khawatir pernyataan dari Muzani justru merugikan diri sendiri.

"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg "sembrono", justru merugikan *SBY*," cuit SBY lagi.

Sebelumnya, Partai Gerindra berbicara tentang hubungan partainya dengan Partai Demokrat (PD), khususnya Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Gerindra mengungkit janji SBY untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

"Sejauh ini hubungannya baik Pak Prabowo dan Pak SBY. Pak SBY juga berjanji akan melakukan kampanye untuk Prabowo dan Sandi, walaupun sampai sekarang belum terjadi," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Janji SBY yang disinggung Muzani itu kemudian berbuntut panjang. Demokrat balas menagih janji Prabowo kepada Ketumnya SBY.

"Memang SBY menjanjikan kampanye untuk Prabowo, tetapi silakan ditanya ke Pak Prabowo berapa janji yang belum dipenuhi ke Demokrat dan SBY," kata Andi Arief di akun Twitter-nya dan mengizinkan detikcom mengutipnya, Rabu (14/11).

Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno kemudian angkat suara. Menurut Sandiaga, yang dijanjikan ke Demokrat adalah kampanye bersama.

Sandiaga mengatakan janji itu disampaikan dalam pertemuan antara capres Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Kosgama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Mungkin saya hadir dalam pertemuan antara SBY, AHY, dan Prabowo bahwa kami berjanji berkampanye sama-sama, sama-sama membesarkan," kata Sandiaga saat dimintai konfirmasi di Grand Galaxy Park, Bekasi, Kamis (15/11).

Detik

Inalilahi, Cucu Menkopolhukam Wiranto Meninggal Dunia

Cucu Menkopolhukam Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih, meninggal dunia siang tadi. Wiranto tiba di rumah duka usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Singapura.

Pantauan detikcom, Wiranto tiba di rumah duka di Jalan Tulodong Bawah 4 Lama No 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pukul 21.00 WIB, Kamis (15/11/2018). Wiranto terlihat menaiki mobil hitam bernomor polisi B 1227 RFT.


Wiranto yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam itu langsung menyalami para pelayat yang berada di depan rumah duka. Dia tampak berbincang singkat dengan para pelayat sebelum masuk ke rumah duka.

"Saya masuk dulu ya," ujarnya kepada para pelayat.

Karangan bunga juga tampak memenuhi area depan rumah duka. Karangan bunga yang tampak berasal dari para menteri Kabinet Kerja, Kepala BNN Heru Winarko, Kepala BKPM RI Tom Lembong, hingga Presiden Joko Widodo.

Pihak Kemenko Polhukam sebelumnya menginformasikan, Achmad meninggal dunia siang tadi pukul 12.51 WIB. Jenazah almarhum akan diterbangkan Jumat (16/11) pukul 07.00 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur ke Solo. Jenazah akan dimakamkan di makam keluarga di wilayah Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Detik

Ini Topik yang Dibicarakan Presiden Jokowi dengan PM Abe

Kerja sama ekonomi merupakan topik utama pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Bertempat di Ruang Pertemuan Suntec Convention Center, Singapura, Kamis (15/11/2018), Presiden Joko Widodo dan PM Abe salah satunya membahas proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh Jepang, yakni Mass Rapid Transit (MRT). "MRT fase I akan selesai Maret 2019.

Groundbreaking MRT fase II akan dilakukan berdekatan dengan waktu tersebut," ujar Presiden Jokowi. Dalam pertemuan selama sekitar 30 menit itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan keprihatinannya atas kebijakan Jepang tentang sertifikasi di sektor kepala sawit. Presiden mengatakan, Indonesia telah menerapkan ISPO dalam hal sertifikasi sawit.


Indonesia juga berharap agar sertifikat tersebut dapat diterima dan diperkuat oleh Jepang. Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Jepang bisa memberikan fleksibilitas dalam perundingan peninjauan menyeluruh Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). "Agar perundingan (kedua kerangka kerja sama) itu dapat segera diselesaikan," lanjut Presiden Jokowi. Terakhir, Presiden Jokowi mengatakan, potensi kerja sama Indonesia-Jepang di masa depan sangat terbuka lebar.

Tidak hanya di sektor infrastruktur, tetapi juga dapat merambah ke sektor lain, antara lain pengembangan mobil listrik, baterai lithium, pengembangan industri pariwisata di kawasan "10 Bali Baru" dan kemaritiman. "Saya ingin mengajak Yang Mulia (PM Abe) untuk bersama-sama mendorong hal- hal tersebut dengan memanfaatkan momentum dan semangat 60 tahun perayaan hubungan bilateral kita," lanjut Jokowi. Tampak mendampingi Presiden Jokowi di antaranya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Adapun, PM Abe didampingi Deputi Sekretaris Kabinet Kotaro Nogami, Penasehat Perdana Menteri Hiroto Izumi dan Asisten Eksekutif Perdana Menteri Takaya Imai.

Kompas

Sandiaga Uno: Saya Mendogakan Mudah-mudahan Pak Agung Bisa Terpilih jadi Wagub DKI

Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, mendoakan agar Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto terpilih sebagai wakil gubernur DKI menggantikan dirinya. Hal itu dikatakan Sandi saat menghadiri acara Halal Network International (HNI) di Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (15/11/2018).

Agung selaku Direktur Utama HNI turut hadir dalam acara tersebut. "Saya mendoakan mudah-mudahan Pak Agung bisa terpilih (wagub DKI) dan mudah-mudahan cocok sama layout kantor. Karena kantor wagub sudah di renovasi. Mudah-mudahan cocok sama ruangannya dan tidak keluarkan biaya lagi buat renovasi," kata Sandi dalam sambutannya pada acara tersebut.


Sandi menyampaikan, ia dan Agung memiliki latar belakang yang sama yakni dari kalangan pengusaha. Oleh karena itu, Sandi yakin Agung bisa membuat kebijakan-kebijakan yang berfungsi mencipatakan lapangan pekerjaan jika terpilih sebagai wagub DKI. "Sama-sama pebisnis jadi mindset entrepreneur. Beliau mengerti keuangan dan sama-sama kebijakannya itu harus ciptakan lapangan pekerjaan. Jadi menurut saya ya insya Allah bisa hadirkan kebijakan yg mendorong ekonomi lebih baik," ujar Sandi. Ia pun siap memberi masukan kepada Agung mengenai program-program terdahulu yang digagas Sandiaga ketika menjadi wagub DKI. "Saya siap mendukung Agung kalau terpilih untuk program-program yang saya gagas saya siap beri masukan. Untuk calon lainnya, bagus juga kita semua bersahabat," ujar Sandi. Agung menjadi salah satu kader PKS yang sudah dipilih partainya sebagai kandidat wagub DKI bersama Ahmad Syaikhu, mantan Wakil Wali Kota Bekasi.

Gerindra DKI dan PKS DKI telah sepakat bahwa kursi wagub menjadi hak PKS. Kandidatnya ditentukan lewat mekanisme fit and proper test yang akan diikuti sejumlah kader PKS. Selain Syaikhu dan Agung, PKS membuka peluang untuk menunjuk kader-kader lain mengikuti fit and proper test kandidat wagub DKI.


Kompas

PSG Terancam Dicoret dari Liga Champions

Paris Saint-Germain lagi-lagi harus berurusan dengan UEFA. Kasus yang tengah mereka hadapi masih sama dengan sebelumnya, yakni terkait aturan Financial Fairplay.

Sebelumnya, pada 2014, PSG sudah harus berurusan dengan UEFA akibat melanggar aturan FFP terkait keseimbangan dalam neraca keuangan klub.


Kini, PSG harus menghadapi kasus lain. UEFA curiga PSG telah melakukan pelanggaran terhadap aturan sponsorship, yakni saat mereka memutuskan bekerja sama entitas bisnis di Qatar.

Efek dari penyelidikan ini adalah PSG bisa saja dicoret keikutsertaannya dari Liga Champions, jika terbukti melanggar aturan FFP.

Ini sebenarnya kasus lama, yang juga sudah diinvestigasi UEFA pada medio 2014 silam. Dan di 2015, kasus ini sudah ditutup.

L'Equipe melansir, PSG merasa tak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh UEFA. Mereka mengadu ke Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) terkait kasus ini.

Di sisi lain, PSG juga curiga, ada andll dari otoritas sepakbola Spanyol terkait digelarnya kembali penyelidikan kasus yang sudah ditutup sejak 2015 lalu ini. Sebab, otoritas sepakbola Spanyol adalah pihak paling vokal dalam melontarkan kritik saat PSG membajak Neymar dari Barcelona.

Viva

Terduga Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ternyata Pengangguran dan Masih Saudara dengan Istri Korban

HS, pria yang diduga membunuh satu keluarga di Bekasi ternyata memiliki hubungan keluarga dengan Istri korban, Maya Ambarita yang turut meninggal dunia.

"HS ini masih ada sehubungan saudara dengan korban yang perempuan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).


Argo mengungkapkan bahwa HS masih berumur di bahwa 30 tahun. Dirinya saat ini masih menganggur selama 3 bulan.

"Yang bersangkutan sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Tadinya kerja di perusahaan di Cikarang," jelas Argo.
HS kerap menginap di rumah korban yang berada di Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dirinya kerap tidur di kos-kosan yang dijaga oleh korban.

"Dia kadang-kadang memang tidur di kos-kosan itu," ungkap Argo.

Seperti diketahui, sebanyak empat orang ditemukan tidak bernyawa dalam kediamannya di kawasan Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa 13 November 2018 pagi tadi. Mereka diduga korban pembunuhan.

Keempat orang tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan dua orang anaknya. Keempat orang tersebut yakni, Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), serta Arya Nainggolan (7).

TribunNews

Detik-detik Penangkapan HS yang Diduga Bunuh Sekeluarga di Bekasi

Pelarian HS, pria yang diduga membunuh satu keluarga di Bekasi, berakhir. HS membawa mobil milik Daperum Nainggolan menuju Cikarang hingga akhirnya ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.

HS menjadi buruan tim gabungan Polda Metro Jaya dengan Polres Bekasi Kota setelah ditemukannya jenazah satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pukul 06.30 WIB, Selasa, 13 November 2018.

Saat itu, Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Boru Ambarita, serta dua buah hatinya, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), ditemukan tewas menggenaskan. Diperum dan Maya tewas karena digorok. Sedangkan dua anaknya tewas akibat dicekik dan dibekap.


Jejak-jejak pelarian HS kemudian ditelisik polisi. Lewat poster digital, Polda Metro Jaya meminta masyarakat segera melapor bila melihat mobil Nissan X-Trail bernomor polisi B-1075-UOG berwarna silver metalik. Masyarakat bisa menghubungi Subdit Jatanras atau Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

HS kini telah ditangkap polisi dan diperiksa intensif. HS masih mengelak bahwa dia membunuh satu keluarga yang masih memiliki hubungan darah dengannya itu.

Berikut ini detik-detik penangkapan HS:

Rabu, 14 November 2018
Pukul 05.00 WIB

HS membawa mobil Diperum menuju Cikarang, Jawa Barat. Dia mendatangi kamar kos di daerah tersebut dan memarkir mobil Nissan X-Trail berwarna abu-abu itu.

HS lalu pergi ke sebuah klinik untuk mengobati jarinya yang terluka. Klinik tersebut berlokasi sekitar 500 meter dari kos-kosan di Cikarang. Kepada perawat, HS berdalih jari luka itu akibat jatuh.


Rabu, 14 November 2018

Tim gabungan akhirnya menemukan mobil korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Mobil itu ditemukan terparkir di kos-kosan daerah Cikarang, Jawa Barat. Mobil itu kemudian dibawa ke Polres Bekasi Kota dan diberi garis polisi.

"Kami dapatkan kendaraan itu dibawa oleh saudara berinisial HS. Kemudian, HS ini kami cari karena mobil parkir di kos-kosan dia. Kami cari, kami lidik keberadaan HS ada di mana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Rabu, 14 November 2018

Setelah mobil ditemukan, tim gabungan mencari keberadaan HS. Berdasarkan informasi dari masyarakat, HS berada di Garut. Tim gabungan kemudian bergerak menuju Garut.

"Sampai di Garut, kami dapatkan HS ada di kaki Gunung Guntur. Di sana berada di di saung atau rumah. Kami dapatkan yang bersangkutan ada di sana. Katanya akan mendaki gunung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Rabu, 14 November 2018
Pukul 22.00 WIB

HS kemudian ditangkap tim gabungan. Polisi menemukan kunci mobil merek Nissan. Kemudian ada ponsel dan uang Rp 4 juta.

HS mengelak melakukan pembunuhan sadis itu. "Kami amankan tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB. Yang bersangkutan kami bawa ke Jakarta, kami interogasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Detik