Senin, 19 November 2018

Menengok Hobi Mewah Kevin Sanjaya si Manusia 1 Juta Dolar AS: dari Jetski hingga Fesyen Jutaan Rupiah

Bersama tandemnya Marcus Gideon, Kevin Sanjaya baru saja ditahbiskan sebagai Manusia 1 Juta Dolar oleh BWF.

Pasangan Marcus/Kevin menyusul nama-nama beken yang sudah dinobatkan sebelumnya seperti Lee Chong Wei, Chen Long, Tontowi/Liliana, dan lain sebagainya.

Seperti dilansir dari BolaStylo Senin (12/11), dari sejumlah pertandingan yang dilakoni oleh Kevin/Marcus sepanjang tur dunia BWF, hadiah yang mereka dapatkan mencapai 1.047.106 dolar AS.

Angka itu jika dirupiahkan kita-kira sekitar Rp15.376.751.610.

Dengan uang sebesar itu, tentu saja Kevin bebas untuk membeli barang-barang mewah kesukaannya.

Eit, tunggu dulu, sebelum jadi Manusia 1 Juta Dolar, ternyata Kevin memang terkenal suka mengoleksi barang-barang mewah.

Seperti dilaporkan Nakita.ID, Kevin kerap tertangkap mengemudi mobil mewah.

Ada yang menyebut bahwa itu adalah mobil kesayangan Kevin.

BolaSport melaporkan, mobil biru milik Kevin itu tipe Ford Mustang Biru berjenis Ecoboost, denga tipe mesin 2.3 L Ecoboost.


Mustang Ford yang dipakai Kevin diberandol dengan harga Rp1,15 miliar.

Tak sekadar menyukai mobil mewah, Kevin juga punya rumah yang cukup besar di Banyuwangi.

Rumah yang belum diketahui letak persisnya ini terlihat sangat megah ini berwarna cokelat ke kuning-kuningan.

Yang jelas, sebuah akun youtube mengatakan bahwa Kevin Sanjaya tinggal di rumah besar yang telrihat dengan dua lantai itu.

Selain itu, Kevin juga gemar bermain jetski.

“Finally back to the beach,” tulis Kevin di Instagramnya, melengkapi foto dirinya di atas sebuah jetski.

Kevin juga kerap disoroti karena selera fesyennya yang wah.

"Kevin Sanjaya rupanya pengoleksi barang-barang mahal, lho, bahkan harga satu kausnya seharga satu motor!" tulis Grid.ID.

Berikut fashion dengan harga selangit Kevin dilansir dari akun Instagram fashionkevingideon.

1. Sweater hitam bermerek Fendi dibanderol dengan harga Rp17.445.000

Sweter hitam Kevin bermerek Fendi dibanderol dengan Rp17.445.000.

2. Hoodie hitam bergambar singa merek Givenchy ini harganya Rp13.775.000

Hoodie hitam bergambar singa merek Givenchy ini harganya Rp13.775.000.

3. Kaus merek Fendi dengan harga Rp10.450.000

Kevin Sanjaya memang hobi menggunakan kaus hitam berharga selangit, kali ini kaus merek Fendi dengan harga Rp10.450.000.

4. Kaus hitam merek Fendi ini ternyata harganya Rp9.310.000

Kaus hitam Kevin Sanjaya yang lainnya padahal cukup terlihat simpel beremerek Fendi ini ternyata harganya Rp9.310.000.

5. Kemeja kotak-kotak berwarna biru ini bermerek Givenchy ini dibanderol dengan harga Rp10.275.000

Kali ini giliran kemeja Kevin Sanjaya, bermotif kotak-kotak berwarna biru ini bermerek Givenchy ini dibanderol dengan harga Rp10.275.000.

Suar

Bocah 13 Tahun Kendarai Mobil Lalu Tabrak Pemotor di Jakbar

Seorang bocah berusia 13 tahun dengan inisial FH mengalami kecelakaan di Jakarta Barat. Dia mengendarai mobil lalu menabrak pemotor.

Kasat Lantas Polres Jakbar AKBP Ganet Sukoco mengatakan, FH mengendarai mobil Avanza berpelat nomor B 2158 PFH dan menabar pemotor bernama Fadil (16) bernopol B-3704-BPD.


"Pengemudi kendaraan mini bus Avanza B-2158-PFH laki-laki (kelahiran) Jakarta 22 Juni 2005," ujar Kasat Lantas Polres Jakbar AKBP Ganet Sukoco melalui keterangan tertulisnya, Senin (19/11/2018).

Ganet menjelaskan lokasi kejadian di Jl Kota Bambu Selatan dekat Alfa Mart Wilayah Palmerah Jakarta Barat. Dia mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu (18/11) malam pukul 20.00 WIB. Saat kejadian FH mengendarai mobil dan tiba-tiba menabrak pemotor.

"Pada saat kendaraan mini bus Avanza yang dikemudikan FH melaju di Jl Kota Bambu Selatan dari arah Selatan menuju ke Utara, tepatnya dekat Alfa Mart menabrak kendaraan Honda Beat B-3704-BPD yang dikendarai Fadil yang melaju searah di depannya," jelasnya.

Tak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan ini. Ganet mengatakan, Fadil mengalami memar di bagian punggung dan sudah dibawa ke RS Pelni, Palmerah, Jakarta Barat.

"Pengendara Honda Beat mengalami luka pada bagian punggung memar dibawa ke RS Pelni," jelas Ganet.

Kecelakaan itu mengakibatkan mobil yang dikendarai FH mengalami rusak pada bagian bumper mobil. Sementara motor yang dikendarai Fadil rusak parah.

"Motor mengalami kerusakan pada bagian seluruh body hancur," tutur Ganet.


Detik
Minggu, 18 November 2018

Heboh Emak-emak Lari ke Apron Bandara Ngurah Rai Demi Kejar Pesawat

Video seorang perempuan lari ke apron dan ditahan petugas bandara beredar viral. Dalam video itu disebut si ibu lari demi mengejar pesawat.

Dalam video tersebut terlihat seorang ibu berambut sebahu itu terlihat tarik-tarikan dengan dua orang petugas sebuah maskapai. Ibu berbaju merah itu juga disebut jatuh pingsan.


Dalam keterangan video itu disebutkan jika si ibu terlambat boarding. Lokasi bandara disebutkan berada di Denpasar, Bali.

"Iya benar kejadian di bandara kami. Jam persisnya pukul 07.20 Wita karena pesawat aktual berangkat pukul 07.33 Wita tujuan Halim," kata Communication and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim ketika dimintai konfirmasi, Minggu (18/11/2018).

Arie meluruskan jika ibu tersebut tidak menerobos gate. Dia menyebut ibu itu hanya memastikan bahwa pintu pesawat sudah ditutup. Dua orang petugas itu sifatnya juga melakukan pengawalan.

"Dia hanya sampai apron, dibilang menerobos sih nggak. Hanya ingin memastikan memang pesawatnya sudah closed door," jelasnya.

"Kita kawal sama Avsec dan petugas ground ops Citilink," imbuhnya.



Detik

Prabowo-Sandi Mau Adopsi Orba, Wasekjen Demokrat: Zaman Soeharto Tidak Ada Demokrasi

Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Titiek Soeharto, yang menyebut Capres Prabowo akan melanjutkan program Orde Baru (Orba).

"Ya biarin aja (Titiek) mau ngomong apa. Bagaimana caranya (melanjutkan Orba)? Zaman Orba enggak ada demokrasi langsung, bagaimana caranya?," ujar Rachland kepada wartawan di Yogyakarta, Minggu (18/11/2018).


Rachland mengaku tidak mengetahui program zaman Orba mana yang mau dilanjutkan Prabowo. Namun, menurutnya apabila kebijakan otoriter yang mau dilanjutkan maka kebijakan tersebut tidak mungkin didukung Partai Demokrat.

"Ya tidak mungkin kalau dari segi otoriterisme, saya kira bagaimana mau dibangkitkan dalam demokrasi sekarang ini," paparnya.

Dia menduga, pernyataan Titiek Soeharto hanya dalam rangka menarik simpati masyarakat yang masih loyal dan merindukan gaya pemerintahan Presiden Soeharto. Oleh karenanya, Titiek mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut.

"Ini elektoral aja. Mereka berpikir barangkali masih ada pendukungnya Pak Harto mau diambil," sebutnya.

Meski demikian, Rachland tak menampik bahwa ada beberapa program Orba yang bagus. "Inpres puskesmas dan segala macam diakui atau tidak itu kan salah satu platform Orba yang diteruskan oleh pemerintah-pemerintah selanjutnya," pungkasnya.

Detik

Divonis Rp131 Ribu dan Minta Maaf di Media Nasional, Ini Jawaban Ruhut Sitompul

Eks anggota DPR Ruhut Sitompul didesak segera melaksanakan keputusan Mahkamah Agung, yakni minta maaf di media nasional terkait gugatan 'anak PKI'. Pihak Ruhut enggan berkomentar.

"Kita belum terima putusan PK (Peninjauan Kembali). Mohon sabar ya," kata pengacara Ruhut, Hendra Karyangan saat dihubungi, Minggu (18/11/2018).


Hendra mengatakan pihaknya menunggu salinan putusan penolakan PK dari MA. Apakah Ruhut akan menjalankan keputusan MA?

"Kita lihat dulu pertimbangan hukum putusan PK," ujarnya singkat.

Peninjauan kembali (PK) eks anggota DPR Ruhut Sitompul soal 'anak PKI' ditolak Mahkamah Agung (MA). Ruhut didesak segera melaksanakan putusan MA.

Berdasarkan putusan, Ruhut diharuskan membayar kerugian materiil sebesar Rp 131.000. Ia juga diputus untuk meminta maaf di dua media nasional dengan ukuran setengah halaman.

"Mengimbau kepada Ruhut Sitompul agar menjalankan putusan perkara Nomor 3316K/PDT/2016 Mahkamah Agung RI juncto Nomor 343/PDT/2012/PT.DKI dengan sukarela," kata Koordinator Pokja Petisi 50, Judilherry Justam--juga merupakan salah satu penggugat--di Omah Kopi 45, Menteng, Jakarta Pusat, siang tadi.

Kasus tersebut bermula saat sekelompok orang menolak gelar pahlawan bagi mantan presiden Soeharto pada 2011. Ruhut, yang kala itu anggota DPR, menyebut kelompok yang menolak dengan kalimat: "Yang tidak setuju Soeharto jadi pahlawan cuma anak PKI."

Detik

Dinyinyirin Prabowo Subianto soal Kekayaan Alam Dirampas Asing, Ini Jawaban Cerdas Sri Mulyani

Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto menilai kekayaan alam Indonesia tidak dikelola dengan baik. Kekayaan Indonesia dirampas oleh beberapa pihak, dan ditempatkan di luar negeri.

Merespon pernyataan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, selama ini pemerintah berusaha untuk menurunkan kesenjangan ekonomi antara masyarakat kaya dan miskin. Dengan begitu, masyarakat miskin juga bisa merasakan kekayaan negara.


"Waktu Indonesia mengalami angka kesenjangan yang meningkat di 0,41 persen dilakukan upaya untuk terus memperbaiki agar kesenjangan tidak makin melebar. Negara-negara di Amerika Latin waktu itu bahkan bisa di atas 0,5 persen," ujar Sri Mulyani di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, upaya pemerintah itu berbagai macam. Dari sisi perpajakan, masyarakat kaya dengan miskin akan dibedakan besaran nilai pajaknya, artinya masyarakat kaya akan membayar pajak lebih besar dibandingkan masyarakat miskin. Sedangkan, masyarakat miskin akan dibantu pemerintah untuk pembayaran pajaknya.

"Selain itu, 40 persen masyarajat terbawah itu mendapatkan intervensi banyak sekali, mulai dari dana desa, PKH, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, bidik misi dan raskin yang sekarang jadi bantuan langsung non tunai. Itu kan dipakai terutama untuk yang 40 persen terbawah. Ini lah yg akan kita perbaiki terus," tutur dia.

Dengan upaya tersebut, Sri Mulyani mengklaim bahwa kesenjangan masyarakat Indonesia makin menurun. Dengan begitu, masyarakat yang tadinya miskin berbalik status menjadi masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

"Sehingga dengan demikian gini koefisien kita makin turun 0,48 persen turun 0,41 persen dan jadi 0,38 persen," imbuh dia.

Suara

Ruhut Sitompul Divonis Bayar Rp131 Ribu dan Minta Maaf di Dua Media Nasional Terkait Kasus 'Anak PKI'

Peninjauan kembali (PK) eks anggota DPR Ruhut Sitompul soal 'anak PKI' ditolak Mahkamah Agung (MA). Ruhut didesak segera melaksanakan putusan MA.

"Mengimbau kepada Ruhut Sitompul agar menjalankan putusan perkara Nomor 3316K/PDT/2016 Mahkamah Agung RI juncto Nomor 343/PDT/2012/PT.DKI dengan sukarela," kata Koordinator Pokja Petisi 50, Judilherry Justam--juga merupakan salah satu penggugat--di Omah Kopi 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/11/2018).


Ruhut diharuskan membayar kerugian materiil sebesar Rp 131.000. Ia juga diputus untuk meminta maaf di dua media nasional dengan ukuran setengah halaman.

"Membayar rugi materiil sebesar Rp 131.000. Meminta maaf dalam pengumuman terbuka dalam dua media nasional dengan ukuran yang ukurannya setengah halaman," ujar Judil.

Pengunggat lainnya, M Chozin Amirullah berharap peristiwa ini menjadi pelajaran tak hanya bagi Ruhut, tetapi para tokoh lainnya. Chozin mengingatkan agar para tokoh berhati-hati dalam berbicara.

"Tentu sebenarnya ini kami ingin memberikan pelajaran bagi saudara Ruhut dan siapapun bahwa harus hati-hati dalam berbicara. Karena sekali kita bicara sudah tidak bisa dicabut dan dampaknya luas sekali," sebutnya.

"Apalagi kalau konteksnya politik sekarang, semua harus hati-hati. Apa omongan kita dampaknya bisa meluas. Itulah sesungguhnya pelajaran yang bisa kita ambil dari gugatan ini," lanjut Chozin.

Kasus tersebut bermula saat sekelompok orang menolak gelar pahlawan bagi mantan presiden Soeharto pada 2011. Ruhut, yang kala itu anggota DPR, menyebut kelompok yang menolak dengan kalimat: "Yang tidak setuju Soeharto jadi pahlawan cuma anak PKI."

Ucapan itu tidak diterima pihak yang menolak gelar pahlawan, salah satunya M Chozin Amirullah. Langkah hukum pun diambil dengan menggugat Ruhut secara perdata ke pengadilan.

Pada 17 November 2011, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menolak gugatan Chozin dkk. Tidak terima, Chozin pun melayangkan banding. Pada 16 Oktober 2012, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta membalik keadaan. Ruhut, yang dikenal ceplas-ceplos, akhirnya dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum atas ucapannya tersebut. Ruhut divonis merendahkan martabat dan kehormatan Chozin dkk. Oleh sebab itu, Ruhut dihukum sebesar Rp 131.300 dan meminta maaf di media nasional.

Ruhut tidak terima dan mengajukan kasasi. Kasasi tersebut ditolak MA. PK sudah dilayangkan Ruhut setelah kasasinya ditolak. PK Ruhut ditolak.

Detik