Ustadz Arifin Ilham Kembali Dirawat di Rumah Sakit, Alvi Aziz Sampaikan Bukan Karena Kanker

shares

Loading...
Sempat di vonis menderita kanker nasofaring dan getah bening stadiaum 4A, Ustadz Arifin Ilham berhasil sembuh dalam waktu dua bulan.

Ustadz Arifin Ilham juga sudah tak menjalani kemoterapi karena dinyatakan bebas dari kanker.

Namun belum lama ini sang putra, Muhammad Alvi Aziz mengunggah potret sang ayah yang sedang berada di rumah sakit dengan selang infus yang dipasang pada pergelangan tangannya.

Dalam foto unggahannya itu terlihat Ustadz Arifin Ilham mendapat kunjungan dari Gurbernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Pada keterangan foto, Alvi menuliskan "Mohon doanya semoga abi @kh_m_arifin_ilham disembuhkan dan kembali sehat walafiat."

"Sehingga bisa kembali aktif membersihkan hati umat ini dengan asbab zikir dan nasehat2 abi, Aamiin. Mohon doanya ya teman-teman."


Hingga berita ini diturunkan belum jelas apa penyebab Ustadz Arifin Ilham dirawat di rumah sakit.

Dilansir dari TribunJogja, Alvi sempat membalas komentar salah satu warganet yang nenanyakan sakit apa yang diderita Ustadz berusia 49 tahun itu.

"Iya benar mas. Tapi ini bukan sakit kanker lagi, beda," ungkap Alvin menjawab pertanyaan seorang warganet di kolom komentar.

Dilansir dari Grid.id, pendakwah asal Banjarmasin ini pernah mengungkapkan jika kankernya sudah benar-benar sembuh.

"Sudah Alhamdullilah. Ini karunia Allah."

"Dokternya pun juga terkejut, '16 tahun saya jadi dokter baru ini saya mengobati seorang hamba Allah yang mengidap penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4A dalam dua bulan tiga hari dibersihkan oleh Allah," ungkapnya menceritakan perkataan dokter pada Desember 2018 lalu.

Meski kondisinya belum stabil, Ustadz Alfin tak membuatnya berhendi berdakwah.

Hal ini terlihat dari laman Facebooknya, beliau masih aktif mengunggah video dakwahnya.

Salah satunya video yang diunggah pada 16 Desember 2018 silam tentang hikmah sakit.

" Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu."

"Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit."


"Allahumma ya Allah hamba bukan menolak takdirMu, takdirMu adalah takdirMu, tetapi berilah kepada hamba keikhlasan, kesabaran, kekuatan, ketawakkalan, baik sangka dan "allutfu" kecerdasan menangkap bahasa hikmah dibalik segala takdirMu...aamiin," sepenggal tulisannya dalam unggahan Facebook Ustadz Arifin Ilham.

TribunNews
Loading...
loading...