Korban Pelecehan Dewan BPJS Kirim Surat ke Jokowi 1 Bulan Lalu, Hingga Kini Tak Kunjung Dibalas

shares

Loading...
Korban dugaan kasus kekerasan seksual, Rizky Amelia telah melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait perkara yang menderanya, satu bulan lalu.

Dalam surat yang dia kirim pada 7 Desember 2018 lalu, Rizky Amelia bercerita bahwa ia menjadi korban kekerasan seksual oleh mantan bosnya, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS TK.

Sebulan surat itu telah dikirimkan, Amelia mengaku belum memperoleh balasan. "Belum ada respons," kata Amelia saat dihubungi semalam, 9 Januari 2019.

Menurut Amelia, suratnya telah disampaikan ke kelapa bidang yang menangani urusan surat-surat pengaduan kepada presiden.

Amelia menunjukkan salinan surat tersebut kepada Tempo. Surat ini berjumlah sembilan lembar. Setiap lembarnya berisi penjelasan yang berbeda.

Pada halaman pertama, Amelia menjelaskan seputar maksudnya bersurat kepada presiden. Amelia juga mengungkapkan identitasnya sebagai pegawai kontrak asisten ahli BPJS.

Pada lembar kedua, Amelia memohon Presiden memberikan bantuan. Di antaranya memecat mantan atasannya di BPJS TKA, Syafri Adnan Baharuddin, sebagai anggota Dewan Pengawas BPJS TKA dan memberikan dukungan percepatan pengesahan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual.

Pada lembar ketiga hingga terakhir, Amelia menjelaskan kronologi dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Syafri, mantan bosnya, terhadap perempuan 27 tahun itu.

Kronologi itu menjelaskan Rizky Amelia diduga diperkosa selama empat kali dalam kurun 2016 hingga 2018. Ia juga mengaku memperoleh sejumlah tindak pelecehan seksual.


Dalam surat itu pun Rizky Amelia menyampaikan permohonan Jokowi untuk mendesak Syafri meminta maaf secara tertulis kepada BPJS TK. "Dia harus minta maaf karena memakai fasilitas negara, seperti hotel, mobil dinas, untuk kepentingan pribadinya saat melakukan pelecehan seksual itu," kata Amelia.


Tempo
Loading...
loading...