Inas Hanura: Prabowo-Sandi Ubah Visi-Misi karena Dengar Kritik Saya

shares

Loading...
Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mengklaim perubahan visi-misi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dilakukan karena kritiknya. Inas memang pernah mengkritik program aksi pasangan nomor urut 02 itu soal pengembangan energi.

"Pada tanggal 21 November 2018, saya mengkritisi program aksi nomor 30 Prabowo-Sandi, di mana bunyi program aksi nomor 30 tersebut adalah 'memperluas konversi penggunaan BBM kepada gas dan energi terbarukan dalam pembangkit listrik PLN'. Saya anggap konyol karena berarti bahwa Prabowo-Sandi tidak mengenal situasi dan kondisi negerinya sendiri," kata Inas kepada wartawan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Inas, kritik itu membuat Prabowo-Sandiaga sadar sehingga kemudian mengubah visi-misinya.

"Tapi kemudian mereka menyadari bahwa kritikan saya tersebut adalah benar sehingga Prabowo-Sandi merevisi program aksi tersebut menjadi, 'memperluas konversi BBM kepada gas dan listrik untuk kendaraan bermotor. Meningkatkan dan menambah porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran listrik PLN'," jelasnya.

Inas menyebut kritik seperti yang ia sampaikan merupakan arahan dari capres Jokowi. Dia menyebut Jokowi selalu mengingatkan harus menyampaikan kritik yang membangun.

"Inilah yang namanya kritik membangun yang selalu diingatkan oleh Pak Jokowi kepada seluruh juru bicara dan influencer TKN agar mengkritisi lawan dengan data dan fakta yang benar, dan bukan dengan hoax seperti yang sering dilakukan oleh tim capres 02 atau bahkan oleh Prabowo dan Sandi sendiri," papar Inas.

Menurut Inas, tindakan Prabowo-Sandi mengubah visi-misinya sudah tepat. Sebab, kalau tidak diubah, sambung dia, Prabowo-Sandi bisa malu.

"Untung saja mereka mau mendengar kritikan dari Inas N Zubir, jika tidak, bisa jadi dalam debat capres mendatang, Prabowo dan Sandi bakalan dipermalukan di hadapan jutaan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, saya tunggu deh ucapan terima kasihnya, terutama dari Prabowo ya," ujar Inas.

Prabowo-Sandiaga sudah menyerahkan perubahan visi-misi ke KPU. Namun KPU menyatakan perbaikan dokumen visi-misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi alias ditolak.


"Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran. Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan saat dihubungi detikcom, Kamis (10/1) malam.

Detik
Loading...
loading...