Dear Oposisi, Habib Luthfi bin Yahya: Kita Hormati Presiden Jokowi

shares

Loading...
Bagi Habib Luthfi bin Yahya bentuk NKRI sudah final. Dia tak tertarik membahas soal bentuk negara khilafah seperti yang diteriakkan sejumlah orang untuk mengganti NKRI.

Dia mengajak masyarakat untuk menghormati presiden dan lembaga kepresidenan juga peraturan-peraturan yang dibuat oleh para pendiri bangsa ini. "Kita hormati presiden yang ada, kita hormati lembaga kepresidenan dengan peraturan peraturan yang telah dirintis oleh pendiri-pendiri bangsa ini," kata Habib Luthfi dalam sesi Wawancara Eksklusif detikcom yang tayang, Rabu 2 Januari 2019.

Menurut Habib Luthfi, jika bukan bangsa sendiri yang menghargai kepala negaranya, maka jangan salahkan jika negara lain juga tak menghormati Indonesia. "Efek kita tidak menghargai kepala negara, jangan dikira di luar (negeri) tidak berefek besar. Nah kita menjaga di sini, Siapapun pemimpin negara ini, kita wajib menghargai secara kelembagaan," kata sosok yang berada di urutan 37 dari 500 tokoh muslim berpengaruh versi Pusat Studi Strategis Islami Kerajaan Jordania itu.

Kepada pihak pihak yang selalu berteriak ganti bentuk NKRI, Habib Luthfi balik bertanya,"Tahun 1945 kita ada di mana, kontribusi kita apa?".

Musabab generasi muda sekarang ini tak bisa berperan dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan pada kuruan 1945 sampai 1947, sudah semestinya meneruskan perjuangan para pahlawan itu. "Kita tinggal meneruskan, seandainya pohon ada benalu, ya cukup benalunya kita bersihin," papar Habib Luthfi.


Dia mengingatkan bahwa membangun bangsa tidak semudah membalik telapak tangan. Sehingga sudah semestinya kebersamaan yang harus diangkat untuk saling mengisi kelemahan dan kekurangan masing-masing.

Detik
Loading...
loading...