Polemik Jalur Busway, Ini Perbedaan Sikap Anies Baswedan dan Ahok saat jadi Gubernur DKI

shares

Loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan dan melihat sendiri sejumlah masalah layanan Transjakarta di jalur busway. Namun dia hanya menyatakan akan meneruskan semua ke Dirut Transjakarta.

Masalah termasuk temuannya sendiri terhadap pelanggaran jalur oleh segerombolan pesepeda motor dan juga mobil milik polisi. Anies merekam pelanggaran itu dengan kamera handphone.

"Ya nanti biar saya teruskan sama dirut aja biar dicek," kata Anies Baswedan di Halte PGC 1, Jakarta Timur, Senin sore 3 Desember 2018.

Apa yang dilakukan Anies berbeda dengan yang pernah dijalani pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Beberapa kali Ahok juga mendapati masalah dalam layanan Transjakarta--termasuk soal sterilisasi jalur dan memberikan reaksinya. Ini beberapa di antaranya,

28 Oktober 2015

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kesal kepada direksi PT Transportasi Jakarta. Penyebabnya adalah banyak keluhan penumpang akibat tak pastinya kedatangan bus. "Ini orang buta apa? Enggak ada yang monitor," katanya pada Rabu, 28 Oktober 2015.

Ahok pun mengancam akan memecat jajaran direksi jika masih beralasan dengan pelayanan Transjakarta yang banyak dikeluhkan penumpang. "Kalau ada alasan lagi, tahun depan saya ganti direksi. Enggak ada pilihan lagi," ujarnya.

Kekesalan Ahok reda begitu melihat ruang kendali bus di kantor pusat Transjakarta yang bisa memantau kondisi di halte maupun di dalam bus. "Saya apresiasi ini, terima kasih untuk komisaris dan direksi," ujarnya.

11 Juni 2016

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, selain bus Transjakarta, jalur busway hanya bisa digunakan untuk evakuasi. Misalnya mobil, pemadam kebakaran dan ambulans boleh melintas bila dalam keadaan darurat.

"Saya sudah bilang Ditlantas (untuk) laksanakan. Enggak ada toleransi, mobil saya juga enggak boleh masuk," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu, 11 Juni 2016.

Ahok menyampaikan, mobil milik menteri berpelat nomor RI masih dibolehkan melintasi jalur busway bila beralasan untuk rapat. "Oke saya kasih, tapi pelat RI. RFS semua enggak boleh," tuturnya.

Kendaraan milik kedutaan besar berpelat nomor CD juga tidak diizinkan melintasi jalur busway karena terlalu banyak. Sedangkan mobil presiden dan wakil presiden, menurut Ahok, juga belum tentu mau memasuki jalur busway.

"Karena dari sisi keamanan, masuk jalur evakuasi itu enggak baik. Karena ada bus tertahan, sisi keamanan itu enggak aman," ujarnya.


Sterilisasi, kata Ahok, akan lebih dulu mengutamakan koridor yang sering mengalami kemacetan paling parah, yaitu koridor 1 rute Kota-Blok M. "Nanti semua koridor akan kami perlakukan seperti itu," ucapnya.

Tempo
Loading...
loading...