Minta Kinerja DPR Dimaklumi, Tsamara Amany: Pak Fadli Hanya Asik Kritik Jokowi

shares

Loading...
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mengkritisi pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang meminta masyarakat memaklumi penurunan intensitas kinerja anggota parlemen pada tahun politik. Menurut Tsamara, legislator yang juga wakil ketua umum Partai Gerindra itu hanya mencari alasan.

"Pak Fadli hanyalah mencari alasan. Kinerja DPR yang jeblok bukan hal baru. DPR selalu gagal memenuhi target prolegnas (program legislasi nasional, red),” ujar Tsamara melalui keterangan tertulisnya, Selasa (4/12).

Tsamara menambahkan, jika anggota DPR sebagai calon anggota legislatif (caleg) petahana bekerja benar dan baik, maka tak perlu repot-repot berkampanye menjaring pemilih. Namun, kondisinya justru berbeda.

“Kalau anggota DPR incumbent kerja benar, mereka tak perlu kampanye sulit-sulit. Publik pasti memilih mereka. Sayangnya itu tidak terjadi. Tidak kaget jika DPR menjadi lembaga yang paling tidak dipercaya publik," tuturnya.

Lebih lanjut Tsamara mengatakan, seharusnya Fadli tidak memberikan pemakluman atas buruknya kinerja DPR. Karena itu Tsamara juga mempertanyakan alasan Fadli sebagai legislator partai oposisi begitu getol mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saran saya, dibanding Pak Fadli hanya asik mengkritik pemerintah, lebih baik fokus membenahi kinerja DPR yang semakin buruk tahun ke tahun. Jangan meminta rakyat memaklumi. Dengan kinerja DPR yang buruk seperti ini, Pak Fadli harus berani berkata jangan memilih mereka yang tak bekerja dengan baik di DPR," jelas dia.

Sebelumnya Fadli mengakui adanya penurunan intensitas kinerja anggota DPR di tahun politik atau menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Menurut Fadli, penurunan kinerja legislator saat ini merupakan hal yang patut dimaklumi lantaran banyak anggota DPR yang kembali mencalonkan diri pada Pileg 2019.


"Saya kira pasti akan terjadi penurunan intensitas (kehadiran) karena ada banyaknya kegiatan di dapil kan sekaligus kampanye. Ini saya kira yang perlu dimaklumi juga. Ini terjadi di semua partai politik," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/12).

Jpnn
Loading...
loading...