Sosok Pembunuh Dufi, Warga: Orangnya Serem, Gak ada Sopan-sopannya

shares

Loading...
M Nurhadi dan Sari, pasangan suami-istri (Pasutri) tersangka pembunuh Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi dinilai masyarakat sekitar kurang bergaul. Nurhadi dinilai warga tidak sopan karena tidak pernah menegur.

"Nggak (Nurhadi tidak pernah negur warga sekitar). Nggak ada sopan-sopannya. Serem juga orangnya," kata Suroh, warga RT 01/04 di TKP pembunuhan, Jalan Swadaya Kampung Bubulak, RT3/4, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (22/11/2018).

Suroh mengaku tidak mengenal pasangan pasutri itu. Pasutri itu baru 5 bulan di kontrakan itu.

Kontrakan yang ditempati Nurhadi dan Sari adalah kontrakan yang paling mahal di wilayah tersebut. Nurhadi dan Sari memiliki fasilitas AC sedangkan penghuni kontrakan lain tidak menggunakan AC.

"Kalau yang lainnya Rp 500 ribu tapi kalau (tersangka) dia agak mahalan, dia pakai AC sudah gitu di dalam dia ada kamarnya. (Harganya) Rp 700 ribu (perbulan) kalau nggak salah. AC itu baru kalau nggak salah AC dia," ungkap Suroh.

Suroh mengatakan Nurhadi dan Sari setiap pagi sering melewati rumahnya menggunakan sepeda motor. Namun pasutri itu tidak pernah menegur Suroh.

"(Tersangka) kurang tahu deh kerja apa. Pokoknya setiap pagi lewat dia boncengan sama istrinya naik motor," kata Suroh.

Selain Surah, Ipah pemilik warung di samping kontrakan pelaku menyebut sosok Nurhadi dikenal tidak pernah menegur tetangganya. Namun, Sari disebutnya masih suka menegur dan membeli kebutuhan pokok di warung miliknya.

"Kalau Sari suka negur saya, suka godain anak saya. Dia sering ke warung, belanja," kata Ipah.

Ipah juga tidak mengetahui pekerjaan Nurhadi maupun Sari. Dengan Sari, dia mengatakan hanya berhubungan sebatas penjual dan pembeli.

"Nggak pernah ngobrol apa-apa, paling seperlunya aja beli gitu terus candain berapa umur anaknya," kata Ipah.


Nurhadi dan istri ditangkap tim Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen, AKP Rovan Richard Mahenu dan AKP Resa D Marasabessy. Pelaku diringkus polisi di dekat tempat cucian motor 'Omen', Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 20 November 2018, pukul 14.30 WIB.

Loading...
loading...