Mahfud MD Kisahkan Kehidupannya saat Kecil dan Perkataan Guru SD-nya yang Kini Menjadi Kenyataan

shares

Loading...
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan kisahnya yang kini telah mengunjungi tempat-tempat penting di dunia.

Tempat-tempat penting tersebut tersebar di lima benua yang ada.

Dikisahkan oleh Mahfud MD, sewaktu dia kecil dia pernah diminta oleh gurunya untuk membaca peta.


Kejadian tersebut terjadi saat Mahfud duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD).

Saat itu ia diajar oleh seorang guru bernama Na'am Siti.

Suatu hari, Na'am Siti meminta Mahfud MD menunjukkan tempat-tempat terkenal di dunia yang ada di peta.

Sang guru kemudian berkata, jika Mahfud MD rajin belajar, Ia bisa mengunjungi semua tempat-tempat tersebut.

Apa yang dikatakan oleh Na'am Siti menjadi kenyataan.

Terbukti, Mahfud MD kini telah mengunjungi tempat-tempat terkenal tersebut.

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh gurunya.

"Guru Kelas 4 SD sy namanya Bu Na'am Siti.

Beliau yg mengajari sy membaca peta bumi.
Menunjukkan seluruh tempat terkenal di dunia.

'Kalau rajin belajar, kamu akan bs mengunjungi semua tempat terkenal ini,' katanya selalu.

Skrang saya sdh mengunjungi tempat2 penting di lima benua," kicau Mahfud.

Tak hanya sampai di situ, Mahfud MD juga menceritakan bagaimana kehidupan sekolahnya di masa kecil.

Kisah tersebut diungkapkan oleh Mahfud MD di Twitternya, sekaligus untuk memperingati Hari Guru yang jatuh pada hari ini, Minggu (25/11/2018).

Sewaktu kecil, di kampung halamannya di Madura, sesekali Mahfud MD dimarahi oleh gurunya.

Setelah dimarahi, orangtua Mahfud MD datang mengunjungi guru tersebut dan mengucapkan terima kasih.

Begitu juga saat Mahfud MD dimarahi oleh orangtuanya, sang guru turut menasihati Mahfud MD agar patuh kepada orangtua.

Pada masa tersebut, tidak ada orangtua yang melabrak guru karena menghukum murid.

"SELAMAT HARI GURU.

Waktu SD sy bersekolah di desa di Madura.

Kalau sy dimarahi oleh guru, orang tua sy mendatangi guru dan mengucapkan terimakasih.

Kalau sy dimarahi oleh orng tua, guru sy menasehati agar sy patuh pd orng tua.

Tak ada orng tua melabrak guru krn anak dihukum guru," kisah Mahfud MD.

Ia menambahkan, Mahfud MD kerap diajak ke rumah gurunya untuk les tambahan.

Mahfud MD bahkan sering menginap di rumah gurunya untuk menimba ilmu.

Sebagai penghormatan, saat itu sang guru hanya diberi secangkir minyak tanah untuk bahan bakar lampu saat les tambahan.

Kejadian tersebut terjadi pada tahun 1960-an.

Karena begitu istimewanya kisah Mahfud MD dengan gurunya, hingga kini ia masih terngiang ketika mendengar lagu Hymne Guru.

"Setiap Hari Guru, terngiang di telinga lagu Hymne Guru.

Kalau mendengar Hymne Guru hati sangat terharu, tersayat rindu pd guru.

Guru sy dulu sering mengajak sy menginap di rumahnya utk les tambahan.


Bayarnya hny secangkir minyak tanah utk nyala lampu selama les. Itu tahun 1960-an," ungkap Mahfud MD.

TribunNews
Loading...
loading...