Jokowi Tak Temui Aksi Guru, Sudirman Said: Saya Prihatin, Infrastruktur Ngebut, Pendidikan Tidak Diperhatikan

shares

Loading...
Sikap Presiden Jokowi yang tidak menemui aksi guru honorer K2 di istana beberapa waktu lalu dikritik mantan menterinya, Sudirman Said. Menurut Sudirman, dunia pendidikan, termasuk kesejahteraan guru, jauh lebih penting dari pembangunan infrastruktur.

Pernyataan Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini dilontarkan saat pengukuhan Relawan Sedulur Sudirman Said di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018) siang.


Sudirman Said menegaskan, kondisi guru honorer saat ini sungguh memprihatinkan. Mereka sudah bekerja selama bertahun-tahun tapi belum ada kejelasan statusnya. Padahal jasa guru terhadap pembangunan bidang pendidikan sangat besar.

"Saya prihatin betul dengan keadaan guru honorer. Sudah bertahun-tahun tapi statusnya belum jelas. Bahkan kemarin saya baca di media, mereka (guru honorer) ingin bertemu pemimpin pun tidak ditemui," ujar Sudirman Said.

Pemerintah, tambah Sudirman Said, seharusnya lebih memperhatikan nasib guru honorer. Karena, guru merupakan jembatan bagi generasi yang akan datang agar bisa menjadi bangsa yang cerdas.

"Orang bisa pinter karena guru. Kalau kita ngebut pada urusan infrastruktur tapi pendidikan tidak diperhatikan, itu bukan tindakan bijaksana," tandasnya.

Dikatakan, jika pemerintah dihadapkan pada dua pilihan, yakni mengangkat guru honorer dan pembangunan infrastruktur, maka langkah bijak yang diambil seharusnya mengangkat guru honorer.

"Jika saya suruh memilih pada kondisi keterbatasan anggaran maka saya lebih mengurusi guru, bukan infrastruktur," pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan guru honorer melakukan aksi demo di depan Istana Kepresidenan. Mereka menuntut pemerintah segera mengangkat guru honorer sebagai PNS.

Detik
loading...