Jokowi Disenggol Timses Prabowo-Sandi, NasDem: Ingat Drama Selera Rendah 'Ratna Sarumpaet'

shares

Loading...
Ferry Mursyidan Baldan yang kini menjadi tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melempar kritik kepada Presiden Joko Widodo. Partai NasDem pun membela Jokowi dari mantan kadernya itu.

Kritikan Ferry muncul saat mengomentari Jokowi yang menyatakan ingin menabok penyebar hoax tentang dirinya. Sekjen NasDem Johnny G Plate menyebut ketegasan Jokowi lewat pernyataannya adalah suatu hal yang wajar karena isu hoax merupakan fakta.

"Agar ruang publik kita diisi dengan informasi yang benar dan akurat dengan demikian kualitas demokrasi kita semakin baik. Pak Jokowi mengingatkan bahwa drama hoax dan fitnah tidak bermanfaat bagi kita sebagai bangsa," ungkap Johnny lewat pesan singkat, Sabtu (24/11/2018).

Ia justru menyindir pihak Prabowo-Sandi lah yang selama ini lebih banyak memainkan drama. Mulai dari pernyataan Prabowo soal 'Indonesia diprediksi bubar pada 2030', lalu juga soal hoax Ratna Sarumpaet, hingga berbagai pernyataan, yang menurut Johnny, dikeluarkan tanpa data akurat.

"Tidak elegan merebut kekuasaan dengan memainkan berbagai episode drama politik selera rendah baik itu drama Indonesia Bubar, drama Ratna Sarumpaet, drama pete, drama chicken rice, drama bundaran HI, drama jungkir balik data ekonomi, drama minta maaf, dan berbagai drama lainnya termasuk dramatisi peringatan yang disampaikan pak Jokowi di atas," ucapnya.

"Episode drama drama politik ini tidak diminati masyarakat. Masyarakat tidak suka dengan cara seperti itu. Kasihan pak Prabowo jika setiap kali harus tampil ke publik minta maaf atas drama yang hanya menjadi ilusi politik," imbuh Johnny.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ini mengajak kubu lawan untuk bersaing dengan sehat. Johnny menyatakan pihaknya menantikan program-program real dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Hingga saat ini kami masih menunggu gagasan brilian Pak Prabowo melalui narasi rasional atas 'Indonesia Adil-Makmur' yang tidak kunjung muncul selain drama ilusi dan slogan slogan mimpi indah," kata Johnny.

Anggota DPR ini lantas menyindir capres yang didukung Ferry itu. Johnny lalu menyinggung soal pengakuan Prabowo yang ditolak Bank Indonesia saat mengajukan kredit. Timses Prabowo sudah menyatakan maksud Prabowo adalah Bank yang ada di Indonesia, bukan BI.

"Prabowo tidak mengerti peran dan fungsi Bank Indonesia, minta kredit kok ke Bank Indonesia (Central Bank), ke BRI kali, siapa penasihat ekonomi beliau?" ucap anggota Komisi XI DPR itu.

"Visi dan misi perpajakan Prabowo-Sandi membawa Indonesia ke jurang kebangkrutan. Waspadalah atas slogan-slogan perpajakan yang hanya bergaya populisme peyoratif seperti itu namun berbahaya untuk bangsa dan negara," sambung Johnny.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi kembali dikritik oleh eks mantan menterinya, Ferry Mursyidan Baldan. Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu meminta Jokowi untuk tidak asal mengeluarkan pernyataan agar tidak menjadi dramatisasi.


"Harus hati-hati karena kan beliau itu pusat berita. Beliau itu hari ini tidak semata-mata kandidat presiden, hari ini beliau adalah presiden. Jadi ketika beliau bicara ini kan menjadi ada proses dramatisasi menurut saya," kata Ferry, Jumat (23/11).

Detik
Loading...
loading...