Jadi Cawagub DKI Jakarta, Syaikhu: Kalau Bukan dari PKS, Dikhawatirkan ...

shares

Loading...
Calon Wagub DKI Jakarta Ahmad Syaikhu mengatakan akan ada masalah jika pengganti Sandiaga Uno di Balai Kota bukan dari kader PKS.

Menurut Syaikhu, posisi PKS pada kursi Wagub DKI sangat penting untuk mendongkrak jumlah pemilih dalam Pilpres 2019 berdasarkan kekuatan mesin parpolnya.


"Yang akan menjadi masalah, ketika penggantinya bukan dari PKS, ini dikhawatirkan tidak bergeraknya mesin PKS di Pilpres 2019," kata kader PKS ini di Bekasi, Selasa 6 November 2018.

Ahmad Syaikhu meminta semua pihak terkait bersikap konsisten menjadikan kader PKS sebagai pengganti Sandiaga Uno. "Bagi saya tidak masalah kalau saya tidak terpilih, selama komitmennya dari Partai Keadilan Sejahtera," katanya.

Menurut Syaikhu, pada pertemuan Senin, 5 November lalu, Partai Gerindra telah sepakat bahwa kursi Wagub DKI diserahkan kepada kader PKS. Sesuai dengan instruksi DPP PKS, kata Syaikhu, saat ini hanya ada dua kader yang dipercaya menggantikan Sandiaga Uno, yakni dirinya bersama Agung Yulianto.

Dikatakan Syaikhu, kekosongan jabatan Wagub DKI sudah terlalu lama sehingga dirinya meminta agar seluruh proses administrasi dapat segera dijalankan.

"Prosesnya cukup lama, mungkin karena masalah mekanisme dan komunikasi antara Gerindra dan PKS. Saat ini banyak kesamaan persepsi untuk menyegerakan berbagai agenda termasuk penggantian Wagub DKI," katanya.

Dia telah menjalin komunikasi bersama sejumlah tokoh di DKI Jakarta, seperti ulama hingga anggota DPRD DKI. "DPRD sudah sebagian dikomunikasikan setelah adanya penunjukan. Mudah-mudahan bisa berjalan baik," katanya.

Ahmad Syaikhu juga siap menjalani tugas sebagai Wagub DKI serta siap tidak terpilih.

Mantan Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 itu bertekad akan melanjutkan fokus kerjanya di bidang pengembangan wirausahawan Asyik Preneur bila ternyata tidak terpilih menggantikan Sandiaga Uno.

"Sesungguhnya apa yang disiapkan, ini kekuatan dari Sang Pencipta. Kita hanya berusaha saja dan semampunya ikhtiar, selebihnya sandarkan kepada Allah SWT termasuk proses politik, komunikasi dan lainnya," kata Ahmad Syaikhu.

Tempo
loading...