Dulu Rajin Dikunjungi Anies saat Kampanye, Warga Kali Ancol: Sekarang Gak Pernah Lagi

shares

Loading...
Satu buah eksavator amfibi yang dioperasikan oleh seorang pegawai Aliran Tengah (Alteng) Dinas Sumber Daya Air tampak sibuk mengangkut dan memindahkan lumpur serta sisa-sisa tanah longsor di Anak Kali Ciliwung, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Para pegawai Alteng Dinas Sumber Daya Air itu memulai pengerukan sebelum kejadian tujuh rumah warga ambles pada Sabtu (17/11) lalu.

Menurut Ketua RT 01 RW 08 Abdul Hadi, Dinas Sumber Daya Air sudah mulai bekerja sejak pertengahan Oktober lalu. Saat itu pengerukan karena terjadi insiden tanah ambruk di ujung kali. Namun justru pengerukan endapan lumpur itu membuat tanah rumah warga longsor.

"Iya sudah dari Oktober. Memang sempat ada tanah ambruk di ujung sana, akhirnya memutuskan buat dikeruk karena takut ambruk lagi. Tapi malah sekarang jadinya longsor beneran," kata Hadi kepada CNNIndonesia.com di lokasi kejadian, Senin (19/11).

Rencana pembenahan Anak Kali Ciliwung yang juga disebut Kali Ancol ini sebenarnya sudah ada sejak 2015 lalu. Kala itu kursi Gubernur masih diduduki Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok sendiri kata Hadi mengupayakan agar normalisasi sungai ini bisa dilakukan hingga jarak 15 meter dari pinggir sungai.

Tapi seiring berjalannya waktu, dan kursi Gubernur pun dipegang Anies, normalisasi itu pun dipersempit jadi hanya lima meter saja.

"Ya jadinya cuma lima meter saja. Itu sudah selesai kan dipasang turap kiri kanan, tapi pas dikeruk di tengahnya pas Oktober itu, sekarang malah jadi longsor," kata Hadi.

Bahkan Hadi menuturkan jika tak ada insiden tanah ambruk di ujung kali pada Oktober itu, bisa jadi sungai ini pun tak akan pernah dibersihkan. Hal ini dia lontarkan sebab pembenahan kali justru dilakukan memasuki musim penghujan dan setelah ada tanah ambruk di ujung kali.

"Ya kan ini ada tanah ambruk, terus dibenerin pas masuk musim hujan, ya memang begitu," katanya.

Sementara pada Sabtu (17/11) siang atau pas hari kejadian tanah ambles, warga di RT 01 RW 08, Kelurahan Ancol merasakan ada yang janggal dengan pondasi rumah mereka. Puncaknya pada Minggu (18/11) sebanyak tujuh rumah amblas dengan posisi miring menjorok ke arah kali. Sedikitnya 32 warga terdampak akibat kejadian ini.

Hadi juga tak bisa memastikan berapa kerugian yang dialami warga, apalagi tanah tempat rumah semi permanen itu berdiri pun bukan milik warga, melainkan punya Pemprov DKI.

"Ini rumah semi permanen, tanah pun bukan punya mereka. Saya nggak bisa hitung berapa kerugian," katanya.

Sebenarnya, warga juga sempat diajak pindah ke rusun Marunda pada 2015 lalu. Tapi kata dia saat itu ada beberapa warga yang bertahan dan memilih menetap di rumah semi permanen ini dengan bermacam alasan.

"Nah sekarang sudah begini susah pindah kemana, karena di Marunda juga sudah penuh katanya," kata dia.


Anies Sering Datang Semasa Pilgub 2017

Hal serupa diungkapkan oleh Norpot (43), warga korban amblasnya tanah akibat pengerukan endapan lumpur Kali Ancol. Dia menyebut tak bisa memaksakan kehendak soal ganti rugi hingga minimal berapa. Yang terpenting sekarang adalah keamanan tempat dia tinggal.

"Engga bisa sih, pasrah yang penting diurus saja," kata dia.

Dikatakan Norpot, memang sebelumnya sempat ada wacana relokasi di anak sungai ini. Tapi relokasi itu justru tak pernah direalisasikan Pemprov DKI Anies duduk di kursi Gubernur menggantikan Ahok.

"Pernah, rumah saya juga masuk zona merah. Tapi abis itu nggak ada kabar. Tahu-tahu sekarang ada pengerukan dan tanah amblas," katanya.

Norpot pun mengenang masa-masa kampanye Pilgub 2017 lalu. Saat itu Anies sangat rajin berkunjung ke kawasan ini dan menjanjikan berbagai hal. Bahkan saat sudah terpilih Anies juga sempat berkunjung dan mengucapkan terimakasih.

Tapi, ketika sudah dilantik dan menjabat, Anies sama sekali tak pernah berkunjung dan melihat langsung keadaan warga di kampung tersebut.

"Enggak ada, mungkin sibuk. Ya sudah kan memang biasanya begitu," kata Norpot.

CNN
Loading...
loading...