Berbincang dengan Hotman Paris, Kapten Pilot Senior Ungkap Dugaan Terhadap Pesawat Lion Air Jatuh

shares

Loading...
Hotman Paris turut menanggapi peristiwa pesawat Lion Air Jatuh bersama dengan Kapten Pilot Senior di Kedai Kopi Johny.

Hotman Paris dan Kapten Pilot Senior tampak memberikan dugaan terhadap pesawat Lion Air jatuh pada 29/10/2018 di tanjung Karawang.


Peristiwa pesawat Lion Air jatuh ditanggapi oleh Hotman Paris dan Kapten Pilot Senior melalui video singkat yang diunggah akun instagramnya.

Dugaan jatuhnya pesawat Lion Air tampak disampaikan kapten pilot senior, Kapten Rendy Sasmita Adji Wibowo.

Kapten Rendy Sasmita Adji Wibowo merupakan pilot senior maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang telah memiliki pengalaman terbang lebih-kurang selama 40 tahun.

Tak hanya menanggapi masalah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 sebelumnya Kapten Rendy juga pernah menanggapi jatuhnya pesawat sejenis.

Diwartakan oleh kompas.com, sebelumnya Kapten Rendy juga pernah memberi pendapatnya terkait jatuhnya pesawat Adam Air yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Selatan (1/2017).

Kapten Rendy mengungkapkan rekaman pilot dan kopilot pesawat Adam Air dalam black box adalah asli.

Bahkan Kapten Rendy juga mengungkapkan pendapat yang berbeda dengan penyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut adanya kesalahan manusia (human error) atas peristiwa tersebut.

Menurut Kapten Rendy, pesawat jenis Boeing 737-400 tersebut memiliki alat navigasi internal reference sistem (IRS) yang tidak benar.

Rendy menyatakan, suplier power control unit (PCU) rudder untuk Boeing 737-300/400 Parker Hanifin di California telah mengakui adanya kelemahan dalam rudder Boeing.

Masih dengan kasus jatuhnya pesawat terbang jenis Boeing, Kapten Rendy dan Hotman Paris tampak menyampaikan dugaan terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Pesawat Lion Air JT-610 PK-LPQ termasuk jenis Boeing 737-800 MAX.

Seperti yang diketahui pesawat tersebut sebelumnya sempat mengalami masalah penerbangan dari Denpasar ke Jakarta.

Dalam sebuah konferensi pers Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, dari hasil investigasi, penerbangan pesawat Lion Air dari Denpasar ke Jakarta pada 28/10 mengalami masalah pada indikator Angle of Attack (AOA).

Dalam penerbangan tersebut, AOA bagian pilot (kiri) berbeda 20 derajat dengan bagian kopilot (kanan), sehingga petunjuk kecepatan (speed indcator) mengalami kerusakan.

Hal tersebut juga tampak sama seperti keterangan Kapten Pilot Rendy yang terlihat di akun instagram Hotman Paris berikut ini (9/11/2018).

Dalam video tersebut Kapten Rendy menyampaikan dugaan terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

"Pesawat itu saya duga karena rusak angle of attack sensor. Itu memberikan sinyal palsu kepada komputer, akibatnya pesawat itu dipaksa turun hidungnya oleh komputer, sehingga pesawatnya itu stall," terang Kapten Rendy.

Penjelasan Kapten Rendy tersebut tampak sama seperti pernyataan yang ada di laman boeing.com pada buletin panduan operasional untuk kru Boeing 737 MAX 8 dalam buletin bernomor TBC-19 yang terbit tanggal 6 November 2018.

Pada judul Uncommanded Nose Down Stabilizer Trim Due to Erroneous Angle of Attack (AoA) During Manual Flight Only.

Jika diterjemahkan adalah mekanisme stabilitator trim yang membuat hidung pesawat turun sendiri, akibat pembacaan sensor Angle of Attack (AoA) yang kacau, hanya saat terbang manual.

Data dari sensor yang membaca AoA ini salah satunya digunakan untuk mencegah pesawat masuk ke kondisi stall (kehilangan daya angkat).

Secara sederhana, Angle of Attack adalah sudut yang dibentuk dari naik-turunnya bodi (moncong/hidung) pesawat dengan arah gerak pesawat.

Misalnya saat fase mendarat, pesawat membutuhkan Angle of Attack tinggi, hidung naik ke atas sembari terbang menurunkan ketinggian.

Hidung pesawat menjadi turun, mengurangi AoA, sehingga airspeed akan bertambah dan pesawat keluar dari kondisi stall.

Dalam unggahan di Instagram Hotman Paris yang lain, Kapten Rendy tampak menyarankan agar pesawat jenis tersebut sebaiknya di grounded.

Selain menyarankan agar pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 ditarik, Kapten Rendy tampak mengungkap kendala pesawat Lion Air saat melakukan penerbangan dari Denpasar ke Jakarta.

Berikut ini kesaksian Kapten Rendy yang disampaikan kepada Hotman Paris.



Kapten Rendy tampak mengungkapkan kondisi penerbangan Lion Air dari Denpasar ke Jakarta seperti roller coaster.

"Pesawatnya kayak roller coaster, naik turun," ucap Kapten Rendy.

Hotman Paris kemudian menanyakan apa indikasi kerusakan pada pesawat Lion Air jatuh.

"Itu indikasi sudah rusak sensor Angle of Attack (AOA), dan kalaupun sudah diganti jangan-jangan sparepartnya nggak beres gitu?" tanya Hotman Paris.

"Ya Betul," ucap Kapten Rendy,

Kemudian Hotman Paris menanyakan harus seperti apa sikap managemen.

"Saran saya jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 sebaiknya di-grounded (ditarik dari peredaran atau jangan dipakai dulu)," pungkas Kapten Rendy.

Grid
loading...