Sehari Sebelum JT 610 Jatuh, Pramugari Alfiani Curhat pada Guru

shares

Pramugari Lion Air JT 610 Alfiani Hidayatul Solikah menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut. Satu hari sebelum kejadian itu, Alfiani sempat curhat kepada guru SMA-nya.

Perempuan 20 tahun itu curhat dengan guru Bahasa Inggris nya, Rindang Wahyu Wijayanti, melalui aplikasi WhatsApp. Alfiani curhat menggunakan bahasa Ingris.


"Sore kemarin masih ngobrol di WhatsApp dengan saya. Yang disampaikan, dia berkeluh kesah, dia capek akhir-akhir ini. Dia memang banyak mengeluh, dia capek, hidup itu nggak mudah ya mam, dia memanggil saya mama. Tapi saya support, saya motivasi teman-teman kamu yang lain saja ingin seperti kamu. Kamu saja bisa berkarir dengan mulus," ucap Rindang kepada wartawan di rumah duka di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Senin (29/10/2018).

Rindang mengatakan Alfiani adalah sosok yang cerdas dan mahir berbahasa Inggris. Rindang mengaku sedih dan menangis bahwa obrolan kemarin itu ternyata obrolan terakhir kalinya dia dengan mantan muridnya.

"Sampai sore kemarin, dia masih WhatsApp saya. Saya di sekolahan sampai benar-benar nangis, nggak percaya mendengar berita ini," tutur Rindang.

Dikatakan Rindang, Alfiani merupakan sosok yang cerdas. Dia tidak percaya kalau muridnya itu menjadi korban kecelakaan pesawat Lion air.

"Awalnya dengar kabar di grup WhatsApp sekolah. Kami semua nggak mengira, nggak ada kaitannya. Saya pikir nggak ada sangkut pautnya. Akhirnya ada berita nama-nama korban, kok ada nama Alfi, lalu saya berusah menghubungi. Nggak mungkin ini Alfi, saya coba terus telpon, biasanya kalau mau terbang dia selalu WhatsApp, kasih kabar," kata Rindang.

Pramugari Lion Air JT 610 Alfiani Hidayatul Solikah baru enam bulan bekerja di maskapai Lion Air. Dari enam bulan itu korban mengikuti masa training tiga bulan. Sejak bertugas jadi pramugari Lion Air, Alfiani belum pernah pulang ke rumahnya di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Detik
loading...