Ini Kisah Mengharukan Pertemuan Terakhir Ibunda Tuti sebelum Anaknya Dieksekusi Arab Saudi

shares

Bulan Mei 2018 merupakan pertemuan terakhir antara TKI Tuti Tursilawati dengan keluarganya di Arab Saudi sebelum Tuti dieksekusi mati tanpa notifikasi. Pertemuan terakhir almarhumah Tuti dengan keluarga menjadi yang paling berkesan.

Hal tersebut disampaikan aktivis Migrant CARE, Anis Hidayah yang sempat bertandang ke rumah keluarga Tuti di Majalengka, Jawa Barat, September lalu. Ibunda Tuti, Iti Sarniti, menceritakan kepada Anis bahwa pertemuan terakhir dengan Tuti berlangsung selama 1,5 jam.


"Kunjungan 1,5 jam bulan Mei merupakan kunjungan terlama dan agak istimewa karena sebelumnya kunjungan di penjara biasanya hanya melihat kaca. Kunjungan kemarin dikasih ruang sendiri, bisa berinteraksi langsung, bisa berpelukan Tuti dengan ibunya, foto bareng dan makan bersama," ujar Anis saat dihubungi, Rabu (31/10/2018).

Sebab biasanya, pihak keluarga hanya diberikan waktu 10 menit dan hanya melihat Tuti yang kala itu berstatus terpidana mati lewat kaca pembatas. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, di mana Tuti juga dibawakan daster dan cemilan seperti rengginang, keripik singkong dan opak.

"Kebetulan Tuti memang meminta ibunya cemilan dari Majalengka dan baju daster. Suasana kekeluargaan yang didapat dari kunjungan bulan Mei lalu. Itu kunjungan yang ke-3," terang Anis.

Lima bulan berselang, keluarga Tuti mendapat kabar duka bahwa yang bersangkutan menjalani hukuman qisas di Kota Thaif pada hari Senin (19/10). Pihak keluarga terpukul mendengar kabar tersebut. Apalagi, kata Anis, beban yang ditanggung Iti selaku ibunda Tuti semakin berat setahun belakangan.

"Beban bu Iti makin berat ketika tahun lalu, ayahnya Tuti meninggal dunia karena sakit komplikasi dan juga beban pikiran tentang kasus Tuti. Persis bu Iti kehilangan tempat bersandar. Namun dalam kedukaan harus selalu semangat 'saya harus sehat, biar Tuti tetap punya saya dalam menghadapi masalah ini'. Saya harus kuat'. Kukatakan pada bu Iti, 'ibu perempuan kuat, pejuang. Saya juga seorang ibu dari dua anak perempuan. Saya belum tentu sekuat ibu jika berada pada posisi ibu'," ujar Anis sambil menceritakan dialognya dengan Iti.

Sebelumnya, pemerintah RI menyampaikan belasungkawa atas eksekusi mati Tuti. Presiden Jokowi menyampaikan protes atas eksekusi tersebut.

Jokowi mengatakan sudah menerima informasi Tuti dieksekusi mati pada Senin (29/10). Pihak KJRI, menurut Jokowi, tidak menerima informasi mengenai eksekusi itu.

"Dan seperti yang lalu, KBRI-KJRI ini tidak mendapat pemberitahuan awal tentang akan dieksekusinya Ibu Tuti. Kita sudah menelepon Menteri Luar Negeri Arab Saudi, protes soal eksekusi itu. Saat ke sini minggu lalu, sampaikan ke Menlu Arab soal perlindungan TKI di sana," kata Jokowi saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, hari ini.

Detik
loading...