Ingatkan Supaya Rakyat Pintar Memilih, Jokowi: Jangan Mau Dibohongi Data Ngawur oleh Politikus Sontoloyo

shares

Loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali sentil politisi sontoloyo dalam pidatonya terkait Hari Sumpah Pemuda.

Jokowi sebelumnya geram dengan ulah para politisi yang menurutnya berupaya memecah belah.

Di hari Sumpah Pemuda Jokowi menyebutkan pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia.


Sumpah pemuda adalah satu tonggak utama dalam zejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap 28 Oktober.

Dalam kunjungannya ke Surabaya, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga persatuan, persaudaaraan, perdamaian dan kerukunan.

"Di hari yang bersejarah ini (hari sumpah pemuda), jangan sampai karena hal-hal kecil kita menjadi terpecah, terbelah," kata Jokowi usai memberi pengarahan kepada Kader Partai Demokrat di Surabaya, Minggu (28/10/2018).

Jokowi meminta agar masyarakat tidak mudah dibohongi dan terpengaruh dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan rakyat dibohongi dengan data-data ngawur, itu yang saya sebut kemarin politikus sontoloyo, ya seperti itu," ujar Jokowi.

Dalam persaingan global sekarang ini, menurut Jokowi, bukan negara besar mengalahkan negara kecil atau miskin.

Tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lamban.

"Oleh sebab itu, kita perlu cepat dalam merespons perubahan. Kita harus cepat dalam memutuskan setiap kebijakan," imbuh Jokowi.

"Sekali lagi, aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan dan kerukunan," sambungnya.

TribunNews
loading...