Hujan Tangis di Kremasi Sekeluarga yang Tewas Tertembak Kepalanya

shares

Loading...
Jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas dibunuh dan bunuh diri di Palembang, Sumatera Selatan hari ini dikremasi. Isak tangis keluarga pecah di proses kremasi.

Dari pantauan detikcom, proses kremasi dilakukakan di Krematorium Sampurna Komplek TPU Talang Kerikil, Kemuning, Palembang. Terlihat perwakilan keluarga dari pihak Fransiskus (45) dan Margareth (43).


Proses kremasi satu keluarga dilakukan 2 kali. Pertama yaitu jenazah Fransiskus dan Rafael. Sedangkan untuk tahap dua yaitu jenazah Margareth dan Ketty.

Untuk tahap pertama, kremasi dilakukan pukul 10.00 WIB. Sedangkan tahap dua dilakukan mulai pukul 15.30 WIB. Proses kremasi atau pembakaran berlangsung selama 4 jam sebelum akhirnya menjadi abu.

Keluarga yang hadir, terlihat menangis saat jenazah dua keluarganya tiba di Krematorium Sampurna. Isak tangisan keluarga semakin pecah saat jenazah Margaret dan Ketty dimasukkan ke tempat pembakaran atau open.

"Untuk kremasi Fransiskus dan Rafael tadi sudah selesai, abunya ada dalam guci. Sedangkan untuk yang dua yang baru masuk, Margareth dan Ketty pagi besok baru bisa diambil," kata pengurus Krematorium Sampurna, Darwis disela proses kremasi, Jumat (26/10/2018).

Proses krmasi sendiri, sebenarnya akan memakan waktu hingga 10 jam. Namun Fransiskus dan Rafael dipercepat karena akan dilakukan kremasi tahap kedua.

"Sebenarnya kalau proses alamiah bisa sampai 10 jam. Proses pendinginan itu lebih lama dari proses kremasi hanya 4 jam. Tadi dipercepat karena ada tahap kedua dan mereka satu keluarga juga," kata Darwis.

Setelah proses kremasi selesai, abu satu keluarga ini akan dilarungkan di kawasan Pulau Kemaro, Kalidoni Palembang. Tapi keluarga terlebih dulu melakukan proses doa.

"Keluarga sudah sepakat, artinya abu ini dilarungkan seluruhnya di Pulau Kemaro. Tidak ada yang disimpan, semua dibawa untuk dilarungkan di sana besok sekitar pukul 08.00 WIB," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas.

Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pembantunya Dewi akan membangunkan Ketty dan Rafael saat sarapan dan berangkat sekolah.

Detik
loading...